Kamis, 14 Januari 2016

Lantai Interior Kapal

Lantai kapal dari beton bertulang

Pengertian pelat
Yang dimaksud dengan pelat beton bertulang yaitu struktur tipis yang dibuat dari beton bertulang dengan bidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerja tegak lurus pada apabila struktur tersebut.Ketebalan bidang pelat ini relatif sangat kecil apabila dibandingkan dengan bentang panjang/lebar bidangnya.Pelat beton ini sangat kaku dan arahnya horisontal, sehingga pada bangunan gedung, pelat ini berfungsi sebagai diafragma/unsur pengaku horizontal yang sangat bermanfaat untuk mendukung ketegaran balok portal.
Pelat beton bertulang banyak digunakan pada bangunan sipil, baik sebagai lantai bangunan, lantai atap dari suatu gedung, lantai jembatan maupun lantai pada dermaga. Beban yang bekerja pada pelat umumnya diperhitungkan terhadap beban gravitasi (beban mati dan/atau beban hidup). Beban tersebut mengakibatkan terjadi momen lentur (seperti pada kasus balok).
Tumpuan pelat
Untuk merencanakan pelat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan saja, tetapi juga jenis perletakan dan jenis penghubung di tempat tumpuan. Kekakuan hubungan antara pelat dan tumpuan akan menentukan besar momen lentur yang terjadi pada pelat.
Untuk bangunan gedung, umumnya pelat tersebut ditumpu oleh balok-balok secara monolit, yaitu pelat dan balok dicor bersama-sama sehingga menjadi satu-kesatuan, seperti pada gambar (a) atau ditumpu oleh dinding-dinding bangunan seperti pada gambar (b). Kemungkinan lainnya, yaitu pelat didukung oleh balok-balok baja dengan sistem komposit seperti pada gambar (c), atau didukung oleh kolom secara langsung tanpa balok, yang dikenal dengan pelat cendawan, seperti gambar (d).
Jenis perletakan pelat pada balok
Kekakuan hubungan antara pelat dan konstruksi pendukungnya (balok) menjadi satu bagian dari perencanaan pelat. Ada 3 jenis perletakan pelat pada balok, yaitu sbb :
1) Terletak bebas
Keadaanini terjadi jika pelat diletakkan begitu saja di atas balok, atau antara pelat dan balok tidak dicor bersama-sama, sehingga pelat dapat berotasi bebas pada tumpuan tersebut, lihat gambar (1). Pelat yang ditumpu oleh tembok juga termasuk dalam kategori terletak bebas.
2) Terjepit elastis
Keadaan ini terjadi jika pelat dan balok dicor bersama-sama secara monolit, tetapi ukuran balok cukup kecil, sehingga balok tidak cukup kuat untuk mencegah terjadinya rotasi pelat. (lihat gambar (2))
3) Terjepit penuh
Keadaan ini terjadi jika pelat dan balok dicor bersama-sama secara monolit, dan ukuran balok cukup besar, sehingga mampu untuk mencegah terjadinya rotasi pelat (lihat gambar(3)).
 Berikut disajikan tampang beton setelah mengeras.
Beton memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Memiliki kuat tekan sangat tinggi.
  • Karakter beton memiliki kuat tarik rendah yang menyebabkan beton gampang mengalami retak pada daerah tarik.
  • Beton mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah
  • Beton mengalami kembang-susut bila terjadi perubahan suhu
  • Beton bersifat getas
Kemampuan kuat tekan beton pada umur 28 hari berkisar fc’= 10 – 65 MPa. Di pasaran lebih sering dijumpai mutu beton fc’ = 10 – 45 MPa atau K125 – K500. Angka tersebut menunjukkan nilai kekuatan tekan beton. Sebagai gambaran untuk kekuatan tekan beton untuk K125 adalah kubus beton 15×15 cm sanggup menahan beban sekitar 28 Ton. Kuat tarik beton berkorelasi dengan kuat tekannya atau dapat merupakan fungsi dari kuat tekannya. Maksudnya, jika kuat tekan beton tinggi, maka kuat tarik beton juga tinggi. Kuat tarik beton berada jauh di bawah kuat tekannya. Suatu rumus pendekatan untuk menentukan kuat tarik beton yaitu = 0.57 x √ fc’ (untuk beton normal). Pada kenyataannya beton dalam struktur beton bangunan sipil, memikul tarik yang  cukup besar Sehingga diperlukan perkuatan / material lain agar beton mampu memikul beban terutama beban tarik tersebut. Besi tulangan merupakan material yang memiliki kuat tarik yang tinggi. Sifat ini kemudian dimanfaatkan untuk mengatasi rendahnya kekuatan tarik beton. Sehingga apabila digunakan bersama-sama, maka menjadi struktur beton bertulang ( reinforced concrete ) yang kemudian memiliki kemampuan tekan dan tarik yang tinggi.

Konstruksi suatu bangunan terdiri dari bagian-bagian atau komponen bangunan. Konstruksi bangunan yang seluruh konstruksi pendukungnya  merupakan struktur beton bertulang adalah pelat lantaibalok lantaikolomdinding. Pada pengerjaan Pelat lantai beton bertulang umumnya di cor ditempat bersama-sama dengan balok lantai dan kolom sehingga terjalin suatu hubungan atau ikatan yang sangat kuat dengan komponen tersebut. Ikatan antara pelat lantaidengan balok akan diperoleh suatu jalinan yang merupakan satu kesatuan yang disebut perletakan jepit, sedangkan untuk menahan momen lentur maka dipasang tulangan baja baik searah maupun pada kedua arah.         
Pada pengerjaan tulangan pelat lantai, tulangan pelat lantai tersebut harus dikaitkan pada  tulangan balok penumpu sesuai dengan persyaratan yang ada. Dalam perencanaan dan perhitungan plat lantai harus mengikuti peraturan yang berlaku, yaitu harus sesuai dengan persyaratan beton bertulang yaitu SNI Beton 1991Bentangan pada pengerjaan plat lantai digunakan ukuran 3 x 3,  3 x 4,  3 x 5,   3½ x 4,   3 x 4½,   4 x 4, disesuaikan dengan pengaturan jarak kolom dan balok portal, jika perlu di tambah balok-anak


Gambar bentangan plat lantai


Untuk memahami perencanaan dan pengerjaan pelat lantai beton ada beberapa syarat yang harus dipahami bagi seorang perencana yaitu 
  • Tebal pelat lantai minimal 12 cm, sedangkan untuk plat atap tebalnya minimal 7 cm
  • Tulangan harus bersilangan dengan Ø 8 mm dari baja lunak atau baja sedang
  • Perencanaan pelat dengan ketebalan lebih 25 cm harus menggunakan tulangan rangkap atas bawah 
  • Jarak tulangan sejajar minimal 2,5 cm dan maksimalnya 20 cm atau dua kali tebal pelat terkecil. 
  • Tulangan harus terbungkus beton setebal 1 cm, dengan maksud untuk menghindari terjadinya suatu karat, korosi, atau kebakaran.
  • Pada campuran beton menggunakan 1 pc : 2 ps : 3 kr + air, campuran kedap air 1 pc : 1 ½ ps : 2 ½ kr + air.

Ada beberapa keuntungan pada kostruksi bangunan gedung apabila kita menggunakan beton bertulang pada pelat lantai.
  • Mampu mendukung beban yang besar
  • Merupakan isolasi suara yang baik
  • Tidak mudah terbakar dan dapat dibuat beton kedap air
  • Dapat dipasang tegel diatasnya untuk suatu keindahan
  • Tidak memerlukan suatu perawatan dan dapat berumur panjang

Namun ada beberapa kerugiannya dari beton pada pengerjaan pelat lantai beton bertulang tersebut antara lain yaitu
  • Beton bertulang memiliki beban yang berat
  • Dalam perencanaan dan perhitungan yang baik dibutuhkan tenaga ahli dibidang perencanaan beton bertulang
  • Pembuatan beton bertulang pada pengerjaan pelat lantai memerlukan  bekisting, perancah dan tenaga      pengawas ahli
http://yudirachman.blogspot.co.id/2012/03/pengerjaan-konstruksi-lantai-beton.html
https://sanggapramana.wordpress.com/2010/08/02/pelat-beton-bertulang-pemula/
pelat beton bertulang bisa digunakan untuk lantai pada kapal
ulasan : lantai tersebut dapat dipakai untuk interior kapal

Kamis, 07 Januari 2016

Macam macam kayu di Indonesia

        Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya yang begitu beragam dan berlimpah. Diantaranya adalah kekayaan hutannya yang banyak menghasilkan kayu untuk kepentingan industri baik industri rumah tangga maupun industri besar dunia. Berbagai macam jenis kayu tumbuh dan berkembang di Indonesia tentunya dengan berbagai macam karakter dan kegunaan. Dalam edisi kali ini mari kita kenali karakteristik, keunggulan dan kelemahan dari berbagai macam kayu yang ada di indonesia

KAYU JATI


Keunggulan
• Kayu Jati tergolong pada kayu dengan kelas awet I, kelas kuat I, II.
• Memiliki daya tahan yang kuat terhadap jamur, busuk karena udara lembab atau serangan serangga
• Kayu Jati juga memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca dan perubahan suhu.
• Memiliki warna dan serat dan tekstur yang unik dan bagus sehingga tampak menarik pada pengaplikasiannya
• Dengan karakteristik khusus yang dimiliki kayu jati yaitu kandungan minyak pada kayu Jati membuat kekuatan Jati lebih baik dari jenis kayu yang lain.

Kelemahan
• Kecepatan tumbuh pohon jati relatif lambat sehingga jumlah kayu jati yang dihasilkan tidaklah banyak dan sulit di dapat
• Harga kayu jati adalah yang paling mahal dibanding kayu lainnya
• Di Indonesia kayu jati hanya bisa diperoleh/dibeli dari Perum Perhutani, sebagai instansi pemerintah yang berkuasa penuh untuk perawatan dan pengawasan distribusi kayu jati di Indonesia, terutama di Pulau Jawa

KAYU BANGKIRAI



Karakteristik
      Kayu bangkirai (Shorea lavefolia Endent) di dalam negeri lebih dikenal dengan nama kayu Bangkirai, sedangkan di luar Indonesia lebih dikenal dengan nama Yellow Balau atau kadang hanya disebutkan Balau, yang sebenarnya merupakan nama dari Malaysia. Kayu ini hanya ditemukan banyak di Indonesia, Malaysia & Filipina. Kayu berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan, oleh karena itulah disebut yellow balau. Perbedaan antara kayu gubal dan kayu teras cukup jelas, dengan warna gubal lebih terang. Pada saat baru saja dibelah/potong, bagian kayu teras kadang terlihat coklat kemerahan. Bangkirai bisa berdiameter hingga 120 cm dan tinggi pohon mencapai 40 meter. Diamater rata-rata adalah 70-90cm.

Kegunaan
Sebagai bahan pembuat produk decking, outdoor furniture, konstruksi jembatan, pergola dan konstruksi berat lainnya.

Keunggulan
• Kayu bangkirai termasuk pada kayu dengan kelas awet I, II , III dan kelas kuat I, II
• Kekerasan kayu Bangkirai cukup tinggi, sehingga cocok diletakkan di luar ruangan atau bahan outdoor
• Tahan terhadap perubahan cuaca
• Jenis serat dengan ikatan kuat dan memiliki tingkat keawetan yg tinggi

Kelemahan
• Sifat kerasnya disertai dengan tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah terjadi retak rambut dan pin hole
• Secara konsruksi retak dan pinhole ini bisa mengurangi kekuatan dari kayu bangkirai ini
• Harga kayu bangkirai relatif mahal

KAYU MERBAU
Karakteristik
     Kayu  Merbau berwarna agak kekuningan dengan ketebalan 4-5 cm. Batas antara kayu gubal dan kayu teras cukup jelas. Bagian kayu terasnya berwarna Kekuningan dan oranye pada saat dibelah, dan akan berubah coklat kemerahan setelah beberapa waktu. Pada pori-porinya seringkali terlihat garis-garis pendek dan halus berwarna kuning. Area tumbuh di Indo-Malayan, Philipina, Indonesia, Australia dan Kepulauan Pacific Barat. Paling besar terdapat di Sumatra, Kalimantan, Maluku dan Irian.

Kegunaan
Kayu Merbau biasanya digunakan untuk membuat parket (flooring), furniture, decking dengan finger joints, panel, musik instrumen dan lainnya

Keunggulan
• Kayu merbau termasuk pada kayu dengan kelas awet I, II dan kelas kuat I, II
• Kayu merbau tahan terhadap serangan serangga
• Kayu merbau cukup keras dan stabil sehingga sering digunakan sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati

Kelemahan
• Cukup keras dan akan banyak mematahkan mata gergaji apabila pengerjaan kurang hati-hati dan melebihi standar pengaturan
• Harga masih relatif mahal


 KAYU MERANTI MERAH


Karakteristik
    Meranti merah adalah nama sejenis kayu pertukangan yang populer dalam perdagangan. Berbagai jenis kayu meranti dihasilkan oleh marga Shorea dari suku Dipterocarpaceae. Berwarna merah muda tua hingga merah muda pucat. Bertekstur tidak terlalu halus. Kayu terasnya berwarna merah muda pucat, merah muda kecoklatan, hingga merah tua atau bahkan merah tua kecoklatan. Meranti merah merupakan salah satu kayu komersial terpenting di Asia Tenggara. Kayu ini juga yang paling umum dipakai untuk pelbagai keperluan di kawasan Malaysia. Pohon kayu meranti banyak di temukan di pulau kalimantan.

Kegunaan
     Kayu ini lazim dipakai sebagai kayu konstruksi, panil kayu untuk dinding, loteng, sekat ruangan, bahan furniture dan perabot rumahtangga, mainan, peti mati dan lain-lain. Kayu meranti merah-tua yang lebih berat biasa digunakan untuk konstruksi sedang sampai berat, balok, kasau, kusen pintu-pintu dan jendela, papan lantai, geladak jembatan, serta untuk membuat perahu. Meranti merah baik pula untuk membuat kayu olahan seperti papan partikel, harbor, dan venir untuk kayu lapis. Selain itu, kayu ini cocok untuk dijadikan bubur kayu, bahan pembuatan kertas.

Keunggulan
• Kayu meranti termasuk pada kayu dengan kelas awet II, III, IV dan kelas kuat II, III, IV • Harga kayu meranti yang tak begitu mahal menjadikan pilihan bagi bahan pembuatan matrial kusen, pintu, jendela.
• Kayu meranti merah cukup mudah diawetkan dengan menggunakan campuran minyak diesel dengan kreoso
• Bobot kayu ini berbagai macam mulai dari yang ringan sampai yang berat sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan

Kelemahan
• Kayu ini tidak begitu tahan terhadap pengaruh cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk penggunaan di luar
• Tekstur kayunya tidak terlalu halus
• Tingkat keawetan dan kekerasannya juga tergolong rendah (kelas II-IV)



KAYU KAMPER 


Karakteristik :
     Kayu ini temasuk dalam suku kamfer-kamferan atau Lauraceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Berasal dari Pohon Champor. Pohon kamper adalah cemara yang tumbuh 65- 98 kaki tinggi dan memiliki vertikal pecah-pecah, berwarna kulit. Hal ini dianggap sebagai kayu eksotis. Pohon kamper tumbuh di tempat teduh sebagian sinar matahari penuh dan sedikit asam sampai basa kotoran. Sumber daya kayu kamper yang paling dapat diandalkan sebagian besar di Australia, meskipun juga tumbuh di tempat-tempat seperti Cina, Taiwan, Indochina dan Jepang. Sedangkan di indonesia banyak terdapat di pulau kalimantan khususnya di samarinda. Kamper kayu berwarna kuning putih atau cahaya abu-abu di gubal tersebut. namun sering dijumpai waran emas ke coklat gelap pada kayu batang, terkadang dengan warna merah, dan juga bisa menjadi bagian merah coklat dengan hangat coklat gelap. Kegunaan Sebagai alternatif bahan bangunan , bahan pembuat pintu panil dan jendela

Keunggulan
• Kayu kamper termasuk pada kayu dengan kelas awet II, III, dan kelas kuat I, II
• Kayu Kamper adalah kayu yang mengkilap. Teksturnya sangat halus dan indah
• Jarang ditemui retak rambut karena tidak segetas kayu bangkirai
• Harganya lebih terjangkau walaupun tidak sekuat kayu jati dan bangkirai

Kelemahan
• Karena tidak sekeras bangkirai kecenderungan berubah bentuk juga besar sehingga tidak disarankan untuk pintu dan jendela dengan ukuran yang terlalu besar
• Tidak setahan kayu jati dan tidak sekeras bangkirai
• Harga relatif lebih mahal dari kayu meranti merah

KAYU SUNGKAI



Karakteristik
    Sungkai (Peronema canescens) sering disebut sebagai jati sabrang, ki sabrang, kurus, sungkai, sekai termasuk kedala  famili Verbenaceae. Daerah penyebarannya di Indonesia adalah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan seluruh Kalimantan. Tempat tumbuh di dalam hutan tropis. Tinggi pohon mencapai 20–30 m panjang batang bebas cabang mencapai 15 m, dengan diameter 60 cm atau lebih, batang lurus dan sedikit berlekuk dangkal, tidak berbanir, dan ranting penuh bulu halus. Kulit luar berwarna kelabu atau sawo muda, beralur dangkal, mengelupas kecil-kecil dan tipis. Kayu teras berwarna krem atau kuning muda. Tekstur kayu kasar dan tidak merata. Arah serat lurus, kadang-kadang bergelombang dengan permukaan kayu agak kesat.

Kegunaan
Kayu sungkai dalam kegunaannya diperuntukkan sebagai kayu bangunan, kayu perkakas, lantai, papan, seni ukir dan pahat, finir mewah serta sebagai kayu ornamentil.

Keunggulan
• Kayu sungkai termasuk pada kayu dengan kelas awet III, dan kelas keras II, III
• Teksturnya cukup halus serta seratnya sangat indah berwarna kuning keemasan sehingga sering digunakan sebagai element dekoratif yang elegan
• Pengerjaannya relatif mudah.

Kelemahan
• Tingkat keawetannya relatif rendah (kelas III)
• Daya retaknya cukup tinggi, serat lurus bergelombang dan memiliki tekstur agak kasar.

CARA MENGAWETKAN KAYU
      Pemulasan dan penyemprotan Pengawetan yang sederhana dan menghasilkan pengawetan yang kurang baik karena van pengawet yang masuk dan diam pada kayu hanya sedikit serta van pengawet mudah luntur. Keuntungannya hádala : alat yang digunakan sederhana, mudah penggunaannya dan murah. Dianjurkan hanya dipakai sementara, serangan perusak kayu tidak ganas dan untuk pengawetan kayu yang sudah terpasang. Contohnya memberi lapisan cat pada kayu, melabur kayu dengan ter, dll. Rendaman Kayu direndam dalam bak larutan bahan pengawet yang telah ditentukan kepekatannya selama beberapa hari. Kayu harus terendam semua. Ada tiga cara pengawetan dengan rendaman, yaitu : rendaman dingin, rendaman panas dan rendaman panas-dingin. Bahan pengawet yang digunakan berupa garam. Keuntungannya : Penetrasi dan retensi van pengawet lebih banyak, kayu dalam jumlah banyak dapat diawetkan bersama, larutan dapat digunakan berulangkali. Adapun keruguian pengawetan kayu dengan cara rendaman adalah :waktunya lama terutama rendaman dingin, peralatannya mudah kena karat, pada proses rendaman panas kayu dapat terbakar dan kayu basah sulit diawetkan dengan cara ini.

ulasan : saya hanya mencatumkan 6 kayu, karena kayu tersebut mempunyai kelas awet dan kelas kuat yang cukup baik, selain itu kayu kayu tersebut mempunyai tekstur yang bagus, kayu mempunyai sifat higroskopis